POJOKPLAN.ID – Tren “Aura Farming” ala penari Pacu Jalur dari Riau saat ini tengah viral di berbagai platform media sosial, bahkan menjadi tantangan global (global challenge). Popularitas ini mencuat berkat aksi bocah asal Kuantan Singingi (Kuansing), Rayyan Arkan Dikha (Dika), yang dikenal sebagai penari di ujung sampan Pacu Jalur.
Aksi seorang bocah penari dalam gelaran budaya Pacu Jalur di Riau mendadak viral di media sosial. Video penampilannya yang percaya diri dan stylish dengan kostum adat lengkap dan kacamata futuristik mencuri perhatian ribuan penonton.
Dalam video yang diunggah akun @ckpinfo, bocah tersebut menampilkan gerakan lincah dan ekspresi penuh karakter, membuat warganet terkesan dan menyebutnya “lebih keren dari dancer profesional”.
Video tersebut telah ditonton lebih dari 6 juta kali, disukai lebih dari 329 ribu pengguna, dan dibanjiri lebih dari 5 ribu komentar. Banyak warganet yang membuat parodi kocak hingga fan art, menjadikan bocah ini ikon baru budaya pop lokal.
Fenomena ini turut diikuti para tokoh internasional, di antaranya:
- Bradley Barcola, pemain PSG, menampilkan gerakan “Aura Farming” di akun resmi PSG.
- Neymar, bintang sepak bola dunia, tampil bersama Barcola dalam video tersebut.
- Travis Kelce, pemain American Football, membuat video khusus dengan gaya Pacu Jalur.
- Fernando Alonso, pembalap F1, juga disebut memiliki gaya serupa saat merayakan kemenangan.
- Diego Luna, pesepak bola Amerika Serikat, memperagakan gaya Pacu Jalur saat selebrasi gol di ajang Gold Cup.
“Bocah ini berhasil mengalihkan spotlight dengan caranya sendiri, membawa Pacu Jalur ke ranah viral global,” tulis salah satu akun.
Pacu Jalur sendiri merupakan tradisi tahunan di Riau yang menampilkan perlombaan perahu naga serta pertunjukan budaya daerah. Aksi bocah penari ini membuktikan bahwa budaya tradisional dapat dikemas dengan cara yang modern dan stylish.
Roni menegaskan bahwa Pacu Jalur merupakan Warisan Budaya Takbenda yang diakui secara nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Ia optimistis, jumlah wisatawan akan meningkat signifikan, terutama saat Festival Pacu Jalur pada 20–24 Agustus mendatang.
Sebagai informasi, Pacu Jalur adalah perlombaan mendayung perahu panjang tradisional yang sudah ada sejak abad ke-17 di Sungai Kuantan. Jalur (perahu) memiliki panjang 25–40 meter dan diisi 40–60 pendayung, termasuk penari “Togak Luan” yang memimpin di ujung perahu.
Fenomena ini membuktikan bahwa warisan budaya lokal memiliki potensi besar untuk dikenal di tingkat global. Keunikan, keaslian, dan semangat yang terkandung dalam tradisi Pacu Jalur kini berhasil menjadi magnet perhatian dunia.

