Laporan Khusus Redaksi Sejarah Nusantara Sumber: Buku Kementerian Penerangan RI – Era Presiden Soeharto
MAKASSAR – Sulawesi, salah satu dari lima pulau utama Indonesia, bukan hanya kaya akan budaya dan sumber daya alam, tetapi juga menyandang peran strategis sebagai garda terdepan pertahanan dan pembangunan nasional di kawasan timur Indonesia. Dalam dokumen resmi yang diterbitkan oleh Kementerian Penerangan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, Pulau Sulawesi digambarkan layaknya seorang “pahlawan gagah perkasa” yang menjaga kedaulatan bangsa di lautan luas, yaitu Samudera Pasifik—dulu disebut Lautan Teduh.

Letak dan Keunggulan Geografis
Secara geografis, Pulau Sulawesi berada di antara 5° Lintang Utara hingga 7°50′ Lintang Selatan dan 118° hingga 127° Bujur Timur. Pulau ini terdiri dari ratusan pulau besar dan kecil yang tersebar membentuk provinsi strategis di kawasan timur Nusantara.
Pada masa itu, wilayah administratif Sulawesi terbagi menjadi 12 kabupaten, 1 kota besar, dan 1 kota kecil. Jumlah penduduknya mencapai 5.923.750 jiwa. Berikut Daftar Daerah dengan jumlah penduduknya sebagai berikut :
- Kota Besar Makassar 285.000 Ibu Kota Makassar
- Kabupaten Makassar 790.055 Ibu Kota Sungguminasa
- Kabupaten Bonthain 515.697 Ibu Kota Bonthain
- Kabupaten Bone 910.669 Ibukota Watampone
- Kabupaten Pare-Pare 492.555 Ibu Kota Pare-Pare
- Kabupaten Luwu 555.464 Ibu Kota Palopo
- Kabupaten Sulawesi Tenggara 497.597 Ibu Kota Bau-Bau
- Kabupaten Mandar 319.739 Ibu Kota Madjene
- Kabupaten Poso 233.752 Ibu Kota Poso
- Kabupaten Donggala 260.534 Ibu Kota Palu
- Kabupaten Sulawesi Utara 437.915 Ibu Kota Gorontalo
- Kabupaten Minahasa 503.649 Ibu Kota Menado
- Kabupaten Sangir/Talaud 153.868 Ibu Kota Tahuna
- Kota Kecil Menado 48.868 Menado

Makassar: Jantung Ekonomi Timur
Makassar, yang terletak di bagian barat daya Sulawesi, merupakan ibu kota provinsi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi utama Indonesia Timur. Berada pada koordinat 5°10′ LS dan 119°30′ BT, Makassar menjadi pelabuhan tersibuk dan terpenting di kawasan timur Nusantara.
Pelabuhan ini menjadi gerbang ekonomi, tempat bersandarnya kapal-kapal dagang besar yang membawa komoditas penting dari dan ke seluruh penjuru negeri, menjadikannya pusat distribusi strategis bagi pembangunan nasional.
Pulau yang Lebih Luas dari Belanda
Dalam catatan Kementerian Penerangan, Sulawesi digambarkan memiliki luas sekitar 1,5 kali Pulau Jawa atau setara 512 kali luas Belanda (Nederland). Data ini bukan hanya menggambarkan besar wilayahnya, tetapi juga menunjukkan potensi dan kekuatan Sulawesi dalam menopang keutuhan NKRI dari sisi ekonomi, geostrategi, dan budaya.
Penjaga Kedaulatan di Lautan Teduh
Posisi Sulawesi yang menghadap langsung ke Samudera Pasifik memberikan peran strategis dalam sistem pertahanan nasional. Bagaikan pahlawan, pulau ini berdiri tegak menjaga batas laut timur Indonesia dari berbagai ancaman luar sekaligus menjadi pusat peradaban di wilayah timur.
Catatan Redaksi:
Tulisan ini merupakan bagian dari dokumentasi sejarah yang dikumpulkan dari arsip Kementerian Penerangan RI di masa Presiden Soeharto. Disajikan kembali sebagai bentuk refleksi terhadap pentingnya Pulau Sulawesi dalam pembangunan Indonesia secara menyeluruh.

