POJOKPLAN.ID, POHUWATO — Pohuwato Cup 2026 bukan hanya tentang papan catur dan bidak-bidak yang bergerak di atasnya. Di malam pembukaan, Jumat (8/5/2026), Wakil Bupati Pohuwato Iwan S. Adam membuka cakrawala yang lebih luas — sebuah visi besar tentang bagaimana kawasan di sekitar venue turnamen ini akan bertransformasi menjadi destinasi wisata dan pusat kegiatan keagamaan yang hidup dan berdenyut.
Iwan secara khusus menyebut dua ikon yang akan menjadi motor penggerak transformasi kawasan tersebut: Pohon Cinta dan Masjid Sujud. Keduanya, menurut Iwan, sedang dalam proses pengembangan yang serius dan akan saling melengkapi sebagai daya tarik yang memadukan wisata alam, budaya, dan spiritualitas dalam satu kawasan terpadu.
“Kami merencanakan di Pohon Cinta ini menjadi tempat selain hiburan, destinasi wisata. Kemudian nanti di Masjid Sujud, insya Allah akan ada jamaah tablik,” papar Iwan dengan penuh semangat di hadapan ratusan hadirin yang memadati arena.
Rencana pengembangan Masjid Sujud yang disebut Iwan pun terdengar unik dan penuh warna. Ia mengungkap bahwa seluruh pengurus masjid tersebut akan diganti dengan jamaah tablik — sebuah komunitas keagamaan yang dikenal dengan ciri khas penampilan mereka yang religius — sehingga kawasan itu kelak akan memancarkan nuansa spiritual yang kuat dan otentik.
Visi ini sejalan dengan semangat yang juga disuarakan Anggota DPD RI Syarif Mbuinga sebelumnya, yang mengalokasikan Rp 1 juta dari kontribusinya untuk kebersihan Pohon Cinta pascaevent. Keduanya melihat Pohon Cinta bukan sekadar latar belakang turnamen, melainkan sebagai investasi jangka panjang yang harus dijaga dan dikembangkan agar terus menghadirkan kenangan indah bagi setiap pengunjung yang datang ke Pohuwato.
Kehadiran Pohon Cinta di dekat venue Pohuwato Cup 2026 sendiri sudah menjadi nilai tambah tersendiri bagi para peserta luar daerah yang hadir. Sebagian dari 66 peserta yang datang dari luar Pohuwato — termasuk dari Banten, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Manado — kabarnya menyempatkan diri mengunjungi destinasi wisata tersebut di sela-sela jadwal pertandingan, membawa pulang kenangan tentang Pohuwato yang lebih dari sekadar turnamen catur.
Bagi Iwan, inilah dampak turunan yang paling berharga dari sebuah event besar — ketika olahraga dan pariwisata berjalan beriringan, saling menguatkan, dan bersama-sama mengangkat nama Pohuwato ke pentas yang lebih luas. Pohuwato Cup 2026 berlangsung 8 hingga 10 Mei 2026, dan momen-momen bersejarahnya dapat disaksikan secara live melalui fanpage Facebook Wartanesia.id di https://www.facebook.com/wartanesia.id. (red)

