Gorontalo – Kasus pencabulan yang terjadi di Kabupaten Gorontalo terus menjadi perhatian publik. Di tengah proses hukum yang sedang berjalan, pihak kepolisian tidak hanya fokus pada penyelesaian kasus, tetapi juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi psikologis korban.
Untuk itu, Tim Psikologi dari Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Gorontalo diterjunkan guna melakukan pendampingan dan trauma healing kepada korban. Langkah ini dilakukan sebagai upaya pemulihan mental dan emosional korban yang mengalami dampak mendalam akibat kejadian tersebut.
“Kami ingin memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis yang layak. Trauma healing ini penting agar korban dapat melewati masa-masa sulit dan kembali melanjutkan kehidupannya,” ujar salah satu perwakilan Tim Psikologi Polda Gorontalo.
Proses pendampingan dilakukan secara intensif dan menyeluruh, mencakup sesi konseling serta aktivitas yang bertujuan untuk mengurangi rasa trauma. Pendekatan yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan korban, sehingga pemulihan dapat berjalan efektif.
Polda Gorontalo menegaskan bahwa kasus ini akan ditangani secara serius, baik dari sisi hukum maupun dukungan terhadap korban. Mereka juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga privasi korban, agar proses pemulihan dapat berjalan dengan maksimal.
Hingga saat ini, pendampingan psikologis masih terus dilakukan, dengan harapan dapat membantu korban bangkit dari pengalaman pahit yang dialaminya. Pihak Polda Gorontalo berkomitmen untuk terus mendukung korban hingga proses pemulihan benar-benar tuntas.

