Jakarta – Kementerian Sekretariat Negara mengumumkan hasil penting dari kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 ke-11 yang digelar di Ibu Kota Administratif Baru (NAC), Mesir, pada 19 Desember 2024.
Dalam pertemuan tersebut, Indonesia bersama negara anggota lainnya mencapai sejumlah kesepakatan strategis, termasuk penerapan Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) yang bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi antar anggota.
Selain itu, pengembangan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dalam bidang e-commerce dan teknologi menjadi prioritas utama yang disepakati.”Indonesia berkomitmen mendorong kerja sama di bidang ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” dikutip melalui akun media sosial Prabowo Subianto.
Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya kolaborasi global dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Indonesia berjanji meningkatkan produktivitas sektor-sektor strategis melalui inovasi teknologi dan kebijakan ramah lingkungan.Dalam momen bersejarah ini, Prabowo secara resmi menerima tongkat estafet Presidensi Forum D-8 untuk periode 2026.
Langkah ini menegaskan peran strategis Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi di kawasan.Forum D-8 sendiri merupakan organisasi kerja sama ekonomi yang terdiri dari delapan negara berkembang, yakni Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki.


Ok