POJOKPLAN.ID, POHUWATO – Suasana di kawasan bundaran menuju objek wisata Pantai Pohon Cinta, Kabupaten Pohuwato, yang biasanya menjadi ruang publik favorit warga, mendadak ricuh akibat praktik judi balap lari antar kelompok remaja.
Peristiwa tersebut bermula dari lomba lari yang dijadikan ajang taruhan dan digelar secara ilegal di badan jalan. Perselisihan terkait hasil taruhan memicu ketegangan antar kelompok pendukung hingga berujung pada aksi baku pukul di tengah kerumunan penonton, Senin (23/02/2026).
Ironisnya, sebagian besar remaja yang terlibat diketahui masih berstatus pelajar. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan, terlebih kejadian berlangsung di bulan suci Ramadan.
“Apalagi ini bulan Ramadan. Seharusnya para remaja memperbanyak kegiatan ibadah dan belajar agama, bukan justru berkumpul untuk melakukan praktik perjudian lari seperti ini,” ungkap salah satu pemuda Pohuwato.
Pemuda Pohuwato, Hardiknas Dulman, turut angkat bicara terkait insiden tersebut. Ia menilai kejadian ini menjadi alaram serius bagi semua pihak, khususnya orang tua dan lembaga pendidikan, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas remaja.
“Ini sudah sangat memprihatinkan. Anak-anak sekolah seharusnya fokus belajar dan membangun masa depan, bukan terlibat dalam praktik judi balap lari yang berujung pada baku pukul. Ini sinyal kuat bahwa pengawasan dan pembinaan terhadap remaja harus diperkuat,” ujarnya.
Menurutnya, kawasan bundaran dan Pohon Cinta kerap menjadi titik berkumpulnya remaja, terutama pada sore hingga malam hari. Jika tidak ada pengawasan yang memadai, aktivitas serupa berpotensi terus berulang.
Hardiknas pun meminta aparat penegak hukum mengambil langkah cepat dan preventif guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari.
“Saya berharap kepada pihak kepolisian, khususnya Polres Pohuwato, agar segera mengambil tindakan pencegahan. Salah satunya dengan membangun pos penjagaan permanen di titik-titik rawan tersebut,” tegasnya.
Ia menambahkan, kehadiran aparat secara tetap diyakini dapat memberikan efek jera sekaligus menjadi langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Dengan adanya pos jaga di bundaran dan kawasan Pohon Cinta, masyarakat akan merasa lebih aman dan ruang publik bisa kembali difungsikan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.(m)

