POJOKPLAN.ID, POHUWATO – Komisariat Hukum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pohuwato secara terbuka menantang Kapolres Pohuwato, Akbp. Busroni, S.I.K.,M.H., untuk melaksanakan tes urine terhadap seluruh jajaran personel di lingkungan Polres Pohuwato, Rabu (04/03/2026).
Desakan tersebut disampaikan Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan (PTKP) HMI Komisariat Hukum, Fikri Papempang. Ia menyebut langkah itu sebagai bentuk dukungan sekaligus pengawasan terhadap instruksi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terkait pemberantasan narkoba di internal institusi.
Fikri menegaskan, perintah Kapolri agar seluruh anggota kepolisian menjalani tes urine harus dimaknai sebagai langkah krusial untuk membersihkan institusi dari oknum yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.
“Perintah ini bukan sekadar formalitas. Mengingat banyaknya kasus aparat yang terlibat jaringan narkoba, maka tes urine wajib dilaksanakan secara serius, menyeluruh, dan tanpa tebang pilih,” tegas Fikri dalam keterangan tertulisnya.
HMI Pohuwato menilai, pelaksanaan tes urine tidak boleh hanya menjadi gimmick atau upaya pencitraan untuk meredam kritik publik. Di tengah maraknya kasus yang mencederai citra kepolisian di berbagai daerah mulai dari penyalahgunaan wewenang hingga tindak pidana serius transparansi disebut sebagai hal yang tidak bisa ditawar.
“Kami menuntut agar tes urine terhadap seluruh anggota Polres Pohuwato dilaksanakan secara terbuka, diawasi pihak independen, dan hasilnya diumumkan secara transparan kepada masyarakat Pohuwato,” lanjutnya.
Menurut Fikri, momentum ini dapat menjadi langkah awal bagi Polres Pohuwato untuk membuktikan komitmennya dalam memulihkan kepercayaan masyarakat. Ia menilai, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui slogan, tetapi melalui tindakan nyata yang dimulai dari pembenahan internal.
“Jika institusi kepolisian benar-benar ingin memulihkan kepercayaan publik, maka bersihkan internal terlebih dahulu. Jangan beri ruang bagi penyalahgunaan narkoba di tubuh aparat penegak hukum,” tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Polres Pohuwato. HMI Pohuwato menyatakan akan terus mengawal isu tersebut guna memastikan aparat kepolisian tetap bersih dan profesional dalam menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat. (m)

