POJOKPLAN.ID, POHUWATO — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Gorontalo Irjen Pol Drs. Widodo, S.H., M.H., meninjau langsung lokasi terdampak banjir bandang di Kabupaten Pohuwato, Selasa (13/01/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penyebab banjir yang kerap terjadi dan menimbulkan dampak luas bagi masyarakat.
Kapolda Gorontalo turun langsung ke aliran sungai di Desa Hulawa, Kecamatan Buntulia. Dari hasil pantauan di lapangan, Widodo menegaskan bahwa banjir bandang tersebut bersumber dari aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu.
“Dari hulu terlihat jelas sumber banjir berasal dari aktivitas PETI. Secara alur sungai dan peta, semuanya mudah dikenali,” ujar Widodo.
Ia menambahkan, pemantauan udara menggunakan drone juga memperlihatkan secara jelas lokasi tambang ilegal, tenda-tenda penambang, hingga area penyembunyian alat berat seperti ekskavator. Seluruh titik aktivitas tersebut telah dipetakan oleh pihak kepolisian.
“Dari pantauan drone terlihat jelas lokasi aktivitas tambang ilegal, tenda-tenda penambang, hingga tempat penyembunyian alat berat seperti ekskavator. Semua sudah kami petakan,” jelasnya.
Menurut Widodo, dampak PETI tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang berada di wilayah hilir. Jika diperlukan, Polda Gorontalo akan melibatkan Satgas dari pusat guna memperkuat penanganan tambang ilegal di daerah.
“Jika diperlukan, kami akan melibatkan Satgas dari pusat agar penanganan PETI di Gorontalo bisa lebih optimal, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Kapolda pun mengimbau semua pihak untuk menghentikan aktivitas perusakan lingkungan, karena dampaknya bersifat jangka panjang dan merugikan generasi mendatang.(*)

