POJOKPLAN.ID, POHUWATO – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato H. Iwan Abay melaksanakan kegiatan reses bersama masyarakat dari dua kecamatan, Duhiadaa dan Patilanggio, yang tergabung dalam Daerah Pemilihan (Dapil) V. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Camat Patilanggio, Bani Kaluku.
Reses ini menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat, khususnya kelompok petani dan nelayan yang mendominasi penyampaian aspirasi di dua wilayah tersebut. Dalam kesempatan itu, Iwan Abai menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan.
“Setiap aspirasi yang bapak dan ibu sampaikan akan kami tampung dan kami lanjutkan ke pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujar Iwan Abay di hadapan warga.
Ia juga menyampaikan bahwa saat ini pemerintah daerah tengah menghadapi kondisi efisiensi anggaran, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah pusat dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Meski demikian, ia berharap situasi tersebut tidak menjadi hambatan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Walaupun kita sedang menghadapi efisiensi anggaran, saya berharap hal ini tidak menjadi kendala. Kita tetap bertawakal dan berharap akan ada solusi dari pemerintah pusat terhadap berbagai persoalan yang kita hadapi,” lanjutnya.
Selain itu, Iwan Abai turut menanggapi keluhan masyarakat terkait aktivitas pertambangan yang dinilai berdampak terhadap sektor pertanian. Menurutnya, persoalan ini perlu ditata secara bijak dan berkeadilan bagi semua pihak.
“Kita tidak bisa menutup mata bahwa penambang juga merupakan bagian dari masyarakat yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup. Penertiban akan sulit dilakukan tanpa solusi. Karena itu, kami berharap adanya peran pemerintah daerah dalam memberikan jalan keluar, seperti pengelolaan dan pemanfaatan hutan yang baik, termasuk melalui pengurusan Izin Pertambangan Rakyat (IPR),” imbaunya.
Di akhir kegiatan, Iwan Abay menanggapi keluhan warga terkait dugaan penyalahgunaan LPG subsidi 3 kilogram yang dijual di atas harga eceran yang ditetapkan pemerintah. Ia menegaskan bahwa persoalan tersebut akan ditindaklanjuti secara serius.
“Terkait keluhan ini, kami akan mengundang dinas terkait dalam rapat kerja untuk membahasnya secara khusus. Apalagi menjelang bulan Ramadan, persoalan ini harus segera ditindaklanjuti, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum-oknum yang diduga terlibat,” tegasnya.(M)

