POJOKPLAN.ID, TALUDUYUNU – Sebuah pemandangan langka namun penuh makna hadir di kawasan Bendungan Taluduyunu. Dua kelompok yang selama ini kerap dianggap berada di sisi berseberangan — para penambang dan petani — duduk dalam satu barisan, bahu-membahu membersihkan sedimen yang telah lama menyumbat aliran air. Pemandangan itu menjadi kenyataan berkat inisiatif YR Tim yang berhasil mempertemukan dua komunitas ini dalam semangat gotong royong yang murni.
YR Tim, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan lingkungan, menyiagakan dua unit alat berat untuk mempercepat proses pengerukan sedimen di bendungan tersebut. Pendangkalan yang terjadi akibat aktivitas pertambangan di hulu serta penumpukan sampah telah membuat kapasitas bendungan menurun drastis. Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu banjir besar yang bisa menghancurkan ribuan hektar lahan pertanian di hilir.
Para penambang yang selama ini beraktivitas di sekitar kawasan aliran sungai turut dilibatkan secara langsung dalam kegiatan ini. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian integral dari solusi. Keterlibatan mereka menjadi simbol nyata bahwa industri pertambangan pun dapat hadir sebagai mitra dalam menjaga keseimbangan lingkungan, bukan sekadar pengambil manfaat alam.
Ketua YR Tim, Jufrin, menyampaikan bahwa kolaborasi antara penambang dan petani ini adalah bukti bahwa kepentingan ekonomi dan kelestarian lingkungan bisa berjalan beriringan. “Kami percaya bahwa penambang dan petani bisa saling menguatkan. Ketika mereka bergandengan tangan seperti ini, itulah wujud nyata dari solidaritas sosial yang kami impikan,” ungkap Jufrin penuh haru.
Lebih lanjut, Jufrin menekankan bahwa YR Tim akan terus menjadi jembatan antara berbagai elemen masyarakat demi menciptakan harmoni. Ia mengakui bahwa tantangan dalam menyelaraskan kepentingan dua kelompok ini tidaklah mudah, namun dengan pendekatan yang humanis dan dialog yang tulus, semua hambatan dapat dilalui. “Tugas kami bukan memilih antara penambang dan petani — tugas kami menyatukan mereka,” tambahnya.
Di lapangan, semangat kebersamaan itu terasa begitu nyata. Para penambang yang mengoperasikan alat berat terlihat berkomunikasi erat dengan para petani untuk memastikan area yang paling kritis mendapat prioritas pengerukan. Tawa dan diskusi hangat di sela-sela deru mesin menjadi gambaran bahwa di balik perbedaan profesi, mereka menyimpan kepedulian yang sama terhadap tanah dan air yang menghidupi mereka.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah teknis sedimentasi, tetapi juga meninggalkan jejak rekonsiliasi sosial yang berkelanjutan. Ketika aliran air kembali deras dan sawah kembali hijau, bukan hanya panen yang berlimpah yang akan diraih — tetapi juga kepercayaan dan persaudaraan antarwarga yang semakin erat. YR Tim, melalui aksi nyata ini, telah membuktikan bahwa solusi terbaik lahir dari persatuan.

