Mamuju – Media sosial baru-baru ini diramaikan oleh kasus pengeroyokan yang melibatkan puluhan oknum polisi terhadap sejumlah kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Mamuju, Sulawesi Barat. Peristiwa ini terjadi di asrama putri Ikatan Pelajar Mahasiswa Mamuju Tengah (IPM-Mateng) di Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju, pada Rabu (1/1/2025) malam.
Kejadian bermula ketika seorang oknum polisi memasuki asrama putri untuk menemui pacarnya. Saat ditegur oleh kader HMI, cekcok terjadi hingga sang oknum memanggil sekitar 50 anggota polisi lainnya. Kericuhan pun berujung pada aksi pengeroyokan.
Kasus ini sontak menjadi sorotan setelah video insiden tersebut diunggah oleh akun YouTube VIVA.CO.ID pada Sabtu (4/1/2025). Dalam video terlihat aksi penganiayaan yang berujung pada gelombang demonstrasi oleh HMI Cabang Manakarra.
Kapolda Sulawesi Barat, Irjen. R. Adang Ginanjar, langsung turun tangan. Ia mendatangi lokasi kericuhan untuk bertemu Ketua Umum HMI Cabang Manakarra, Anshar, serta kader HMI lainnya. Adang secara terbuka meminta maaf atas insiden tersebut.
“Saya atas nama Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Barat beserta staf dan jajaran memohon maaf apabila ada anggota saya yang salah,” ujar Adang saat menemui massa aksi.
Adang juga menegaskan komitmennya untuk memproses hukum anggotanya yang bersalah. Ia berjanji tidak akan menutup-nutupi kasus ini.
“Jadi anggota saya yang salah, saya proses hukum. Anggota kita yang salah kita proses sesuai aturan yang berlaku. Tentu saya tidak main-main,” tegas Adang.
Ia menambahkan, sebagai penegak hukum, polisi harus menjadi contoh bagi masyarakat. “Tidak usah takut, saya tidak menutup-nutupi. Yang salah ya tetap salah, kita tindak sesuai aturan,” pungkasnya

