Pohuwato – Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Febriyanto Mardain, menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat. Dalam reses yang digelar di Dusun Delo, Desa Taluduyunu Utara, Kecamatan Buntulia, Selasa (4/2/2025), Febriyanto menyatakan siap mengawal berbagai keluhan yang disampaikan warga.
Turut hadir dalam agenda tersebut Sekretaris Dinas Pertanian, Hendrik Wakiden, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kecamatan, Sekretaris Desa, serta masyarakat setempat.
Beberapa isu utama yang mencuat dalam reses ini antara lain jalan rusak, pengangkutan sampah, gaji tenaga honorer, serta persoalan distribusi pupuk untuk petani.
“Ini jadi bagian penting dari aspirasi warga yang harus diperhatikan. Masalah pertanian misalnya, tadi Pak Hendrik sudah menyampaikan kalau ada kendala, langsung dikonfirmasi ke beliau agar cepat diselesaikan,” ujar Febriyanto kepada awak media.
Tak berhenti di situ, Febriyanto memastikan seluruh aspirasi yang dihimpun akan dibawa ke DPRD untuk dibahas bersama instansi terkait. Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud tanggung jawabnya dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
“Saya pastikan ini tidak hanya berhenti di sini. Nanti akan dibahas di parlemen, termasuk soal pertanian dan masalah lainnya,” tegas politisi Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Persoalan Honorer dan Pendidikan Jadi Sorotan
Febriyanto juga menyoroti persoalan gaji honorer yang belum terselesaikan. Menurutnya, problem ini tidak hanya terjadi di Pohuwato, tetapi hampir di seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
“Masalah gaji honorer memang jadi isu nasional karena ada kebijakan pemerintah pusat. Tapi kita tetap akan komunikasikan supaya ada solusi yang jelas,” tambahnya.
Yang tak kalah mengejutkan, Febriyanto mengungkap temuan bahwa salah satu sekolah di Desa Taluduyunu Utara terpaksa meminjam kursi dari kantor desa.
“Saya benar-benar kaget dengar ini. Padahal alokasi anggaran untuk pendidikan itu ada, sekitar 2%. Kalau sampai sekolah masih pinjam bangku dari kantor desa, ini sangat memprihatinkan,” katanya dengan nada serius.
Febriyanto menegaskan bahwa persoalan ini akan menjadi atensi khusus. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan agar masalah tersebut segera dituntaskan.
“Ini harus jadi perhatian serius. Jika perlu, kami panggil langsung dinas terkait dalam rapat-rapat di DPRD,” pungkasnya. (ADV)

